Pages

Seputar Pelawan


Pelawan



Kayu Pelawan (latin : "Tristania Mainganyi") adalah kayu dari tumbuhan “pelawan”. Kayu ini merupakan kayu paling pavorit untuk masak ketupat, karena energinya yang panas.

Dijual dengan satuan "kebet" (Indonesia: Ikat). Satu kebet yang di ikat rotan atau "melat" (Indonesia: sejenis tumbuhan merambat yang biasa digunakan sebagai tali) terdiri dari tiga "puntung" (Indonesia: batang). Biasa dijual dengan "kereto surung" (Indonesia:kereta dorong dari kayu), atau sepeda. Kalau menggunakan sepeda, perlu ditambah dua kayu vertikal untuk menumpuk kayu di perancah
undefined(Indonesia:tempat meletakkan barang).

Kadang juga diikat di palang sepeda. Pada saat baru menjual kayu, sepeda tidak bisa dike
ndarai, saking banyaknya beban. terpaksa “di-tenten” (Indonesia: dibimbing) dari “daret” (Indonesia: kampung) untuk di jual ke Kota, dengan “tehengkeh-hengkeh”. Setelah laku semua, pulangnya bisa bersiul-siul sambil membawa uang.

Jaman dahulu, di Bangka masih gampang mendapatkan kayu pelawan sebesar ukuran betis orang dewasa, kadang harus dibelah kampak menjadi empat "puntung". Jaman sekarang, mencari seukuran jempol saja sudah sulit. Jangankan kayu pelawan, pucuk pohon pelawan yang bisa disayur darat, yang rasanya agak “kelat” (Indonesia: sepat) saja sudah sulit dicari. Bukan disebabkan orang lain, tetapi orang Bangka sendiri dengan banyaknya penambangan timah dan perluasan perkebunan sawit ataupun membuka lahan perkebunan lada baru.



Dioleh dari berbagai sumber.

(c) Copyright Aulia Madu Alam Lestari - 2011

Madu Hutan Murni - PAHIT


MADU MURNI HUTAN BANGKA

Madu Pelawan (latin:Tristania Mainganyi) ini mempunyai citra rasa unik dengan rasa yang pahit mempunyai khasiat lebih tinggi di bandingkan dengan jenis madu liar lainya. Reaksi yang ditimbulkan setelah mengkomsumsi madu pelawan, aliran darah dan otot terasa hangat memperingankan kerja nafas, jantung dan ginjal serta stamina tubuh semakin terasa kuat.

Khasiat yang telah terbukti secara empiris (pengalaman masyarakat Bangka sejak dulu) membantu penyembuhan penyakit seperti :
  • Meningkatkan stamina dan imunitas tubuh
  • Mengatasi gangguan pada lambung (maag) kronis.
  • Mengobati rematik dan asam urat
  • Membantu mengobati batuk, pilek dan radang tenggorokan
  • Menormalkan gula darah bagi penderita diabetes
  • Menyembuhkan asthma, polip dan sinusitis
  • Membantu mengobati kanker payudara
  • Melancarkan peredaran darah
  • Menyembuhkan luka bakar.
  • Membantu penyembuhan darah rendah dan darah tinggi
  • Mengatasi gangguan fungsi seksual pada pria (lemah syahwat)
  • Meningkatkan trombosit dan membantu penyembuhan demam malaria, tipus dan DBD.
Keterangan :
1. Tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak dibawah 2 tahun.
2. Aman bagi penderita Diabetes.

Cara Pembelian

1. Pembelian dapat disampaikan melalui SMS ke 0812.7872.8282
2. Dengan menyebutkan :
    - Nama Jenis Madu (Manis atau Pahit) yang akan dipesan dan jumlahnya
    - Nama dan alamat lengkap pembeli berikut kode pos.
3. Kami akan menginformasikan jumlah pembayaran anda (jumlah pesanan
    dan biaya ongkos kirim JNE) melalui SMS dalam waktu 1x24 jam.
4. Setelah menerima konfirmasi dari kami, harap segera melakukan
    pembayaran melalui:
 
Nomor Rekening
041-0640.350
Nama Rekening
Sumaidi


5. Kirimkan konfirmasi pembayaran anda melalui SMS ke 0812.7872.8282
6. Jika Anda tidak melakukan konfirmasi, maka proses pengiriman menjadi
    terlambat karena kami tidak dapat melalukan pengiriman tanpa ada
    konfirmasi pembelian dari pembeli.
7. Pesanan akan kami batalkan apabila pembayaran tidak dilakukan dalam
    waktu 2x24 jam setelah kami menginformasikan jumlah pembayaran.
8. Setelah Anda mengirim konfirmasi pembayaran, pesanan Anda akan kami
    siapkan dan dikirim secepatnya.
9. Kami akan memberitahukan melalui email atau sms nomor resi pengiriman
    Kami menggunakan jasa pengiriman JNE (www.jne.co.id>



Aulia Madu Alam Lestari
Jl. H. Bakri No. 44 Pangkalpinang 33127
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - INDONESIA
Telp. +6281278728282
E-mail     : madubangka@gmail.com
Website  : www.madubangka.com
Facebook : http://www.facebook.com/madu.bangka

Referensi


AL-QUR'AN

Ayat 68 : Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah "buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat yang dibikin manusia".

Ayat 69 : Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkannya.

TRIPITAKA

Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.

VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10.
Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikkhu yang sakit adalah.......MADU.

Dalam Artharvaveda XII.3.44
MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan(disajikan kepada tamu, menyehatkan).

Dalam Artharvaveda II.3.1
Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu, baik untuk kesehatan.

ALKITAB
Dalam Amsal 16:24
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Dalam Amsal 24:13
Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik, dan tetesan MADU manis untuk langit-langit mulutmu.

AYURVEDA

Ayurveda ilmu "ilmu tentang kehidupan" yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun sebelum masehi.

Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.

Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan madu dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.

Liputan Media

http://www.radarbangka.co.id/rubrik/detail/features/3806/sumaidi-penjual-madu-mitra-binaan-pt-timah-tbk-kini-madunya-sudah-merambah-brunei.html
Sumaidi, Penjual Madu Mitra Binaan PT Timah Tbk. Kini Madunya Sudah Merambah Brunei
Oleh Rangga / Radar Bangka / PangkalpinangRabu, 18 April 2012 10:44 WIB | Dibaca 102 kali
Sumaidi, Penjual Madu Mitra Binaan PT Timah Tbk. Kini Madunya Sudah Merambah Brunei
KERINGAT yang mengalir didahinya akibat cuaca panas, sesekali ia seka. Meskipun demikian, senyum ramah selalu ia berikan kepada para calon konsumen yang seringkali bertanya khasiat dari madu yang dijualnya. Dengan semangatnya itu, membuat Radar Bangka (RB) tergerak untuk menemui lelaki ramah tersebut untuk mengetahui perjalanan bisnis yang ia lakoni. Setelah memperkenalkan diri sebelumnya, teka-teki siapa sosok lelaki tersebut mulai terkuak. Sumaidi namanya, saat dilempar pertanyaan bagaimana lika-liku usahanya itu, dengan cekatan ia menjawabnya.
  
"Kita mulai usaha jual madu dari tahun 2007. Awalnya coba-coba sesuai dengan kemampuan dan untuk penjualannya pun kita masih kirim ke apotek-apotek," ujarnya membuka percakapan, kemarin (17/4). Ia meneruskan, usaha yang ia beri nama Aulia Madu tersebut, masih terkesan asal-asalan dalam berbisnis. "Kadang sehari itu kita hanya mengemas dua atau tiga madu per harinya," ucapnya.
   
Meskipun begitu, usaha madu yang memiliki jargon Madu Hutan Bangka ini cukup diminati oleh masyarakat. Akhirnya, karena respon positif itulah ia mulai serius menekuni bisnis madu alam tersebut. Keseriusan itu dimulainya dengan mengurus izin ke Departemen Kesehatan (Depkes), BPOM dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk label halal. "Termasuk kemasan kita juga perbaiki," terangnya.
   
Namun, sama dengan pelaku usaha kebanyakan, modal adalah kesulitan utama yang menghadang. Untunglah, saat kesulitan tersebut, ia mendapat bahwa PT Timah memiliki program untuk membantu usaha kecil sepertinya. Tanpa ragu ia pun mengajukan bantuan. Tak disangka, tanpa proses yang berbelit-belit nan panjang, permohonannya dikabulkan PT Timah. "Dari awal kita merintis usaha ini, kita sudah mengajukan bantuan selama tiga kali. Pertama itu sekitar tahun 2008. Dari situ kami sangat terbantu sekali, bantuan Rp 5 juta saat itu sangat berarti bagi kami untuk membeli bahan baku madu ini," bebernya lagi.
   
Setelah itu, Sumaidi yang pada saat ditemui mengenakan kemeja motif garis-garis mengaku, mendapatkan kesempatan lagi untuk mengembangkan usahanya dengan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 10 juta pada 2011 dan Rp 25 juta pada 2012.  "Kini dengan bantuan dana CSR itu sangat membantu saya untuk memperluas jaringan dan lain-lainnya. Penjualan usaha madu saya kini bisa merambah tanah Brunei Darussalam," ujarnya bangga.
   
Tapi bukan Sumaidi namanya, jika hanya puas dengan apa yang saat ini telah ia raih. Pria 42 tahun tersebut pun menuturkan, masih ingin mengajukan bantuan lagi guna  membuka usaha lainnya. Sebab disebutkan pria asal Desa Airbara, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) ini ingin mengantisipasi jika usaha madunya sudah semakin berkurang seiring perubahan waktu.
   
"Kalau harapan untuk mendapatkan bantuan tentu ada. Itu untuk mengembangkan usaha kryspi yang saya coba rintis dari nol juga, tentu pada akhirnya usaha madu ini akan habis seiring terus berkurangnya hutan di Babel ini," tutupnya. (**)


http://bangka.tribunnews.com/2012/04/18/madu-pelawan-aulia-langganan-atlet

Madu Pelawan Aulia Langganan Atlet
Bangkapos.com - Rabu, 18 April 2012 20:55
Laporan wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM/KHAMELIA
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Madu pelawan asal Bangka dikenal memiliki khasiat yang bagus untuk menjaga stamina dan menyembuhkan sejumlah penyakit. Maka tak heran jika jenis madu ini menjadi incaran, namun sayangnya untuk mendapatkan madu pelawan asli sangat sulit saat ini. Sumaidi, pemilik UMKM Aulia Madu mengakui untuk mendapatkan madu pelawan sangat sulit, kalaupun ada jumlahnya sedikit. Padahal permintaannya sangat tinggi. Inilah salah satu kendala yang dihadapi Sumaidi dalam menjalankan bisnisnya. "Berdasarkan penelitian dari ITB, madu pelawan asal Bangka memiliki kualitas paling bagus di Indonesia, dan jenis madu ini kini menjadi ikon Babel," kata Sumaidi kepada bangkapos.com, Rabu (17/04/2012). Bisnis jual madu sudah dijalani Sumaidi sejak tahun 2007. Usaha ini dimulai benar-benar dari nol karena waktu itu Sumaidi tidak memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan usahanya. Namun, kendala tersebut bisa teratasi setelah mendapatkan bantuan modal dari program PUKK PT Timah. Berkat keberhasilannya menjalankan bisnis jual madu, PT Timah pun tidak ragu untuk terus memberikan bantuan kredit modal hingga 3 periode. "Bantuan modal PT Timah memberikan manfaat luar biasa untuk kemajuan usaha saya," tuturnya. Sebagai seorang wirausaha yang ulet, Sumaidi berpikir keras untuk membuat program pemasaran yang efektif. Ia pun membuat website sendiri www.madubangka.co.cc untuk memperkenalkan produknya ke dunia maya. Website ini banyak diakses hingga ke luar negeri. Selain itu ia juga membina link-link nya di berbagai daerah. "Kami memiliki pelanggan tetap di luar negeri terutama Brunai Darussalam. Pengiriman madu pelawan cukup rutin dilakukan, namun ya itu, madu ini ada musim-musimnya," kata Sumaidi. Selain itu, madu pelawan tersebut kata dia juga dikonsumsi secara rutin oleh para atlet pelatnas. Untuk urusan satu ini Sumaidi mengaku harus menyiapkan stok yang cukup. "Atlet pelatnas rutin minum madu pelawan asli Bangka, kata mereka sih madu itu sebagai pengganti suplemen doping yang sangat oke, hehe," kata Sumaidi. Madu pelawan Aulia dijual Rp 75.000 per 150 gram, Rp 150 ribu per 300 gram dan Rp 175 ribu per 400 gram. Kelebihan Aulia Madu yakni memberikan garansi uang kembali 100 persen jika tidak terbukti khasiatnya. Itu adalah bagian dari strategi penjualan yang dilakukan oleh Sumaidi. "Kalau kita yakin bahwa madu bisa menyembuhkan penyakit, InsyaAllah madu ini bisa jadi obat," ujarnya. Untuk memperkenalkan madu asli Bangka, Sumaidi kerap diajak oleh PT Timah mengikuti berbagai pameran di luar seperti Jakarta dan Batam. Ia mengaku senang atas apresiasi yang diberikan oleh pihak PT Timah. "Selain memberikan modal, PT Timah juga sangat peduli terhadap kemajuan bisnis mitra binaannya," tuturnya. Respon luar biasa diterima oleh Sumaidi selama mengikuti pameran di luar. Bahkan pernah kata dia, pameran belum resmi dibuka madunya sudah ludes diburu pengunjung. "Itu pengalaman luar biasa bagi saya, semoga saja ke depannya bisnis ini bisa semakin lancar," ujarnya Penulis : khamelia Editor : emil

Artikel

MUSUNG MADU

Oleh : Drs. Akhmad Elvian
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pangkalpinang

Musung adalah kegiatan mencari dan mengumpulkan madu lebah yang dalam bahasa Bangka disebut dengan aik madu. Lebah-lebah yang hidup di hutan diambil madunya dengan cara dipusung yaitu membuat lebah meninggalkan sarangnya dengan cara menggunakan asap. Di hutan Pulau Bangka banyak terdapat lebah yang menghasilkan madu berkualitas dengan rasa sesuai dengan bunga pohon yang dihisap oleh lebah. Jenis-jenis rasa madu tersebut misalnya bisa terasa pahit, karena lebah mengisap bunga atau kembang dari pohon Pelawan, kemudian bisa terasa manis bila lebah mengisap bunga dari pohon Samak, pohon Pulas dan pohon Mesira. Kegiatan musung madu dilakukan secara berkelompok, biasanya dimulai dengan mencari lokasi tempat lebah bersarang. Berdasarkan lokasi tempatnya bersarang, madu dapat dibedakan atas dua jenis yaitu Madu Sunggau dan Madu Dahan. Bila menemukan sarang madu biasanya diberi tanda dengan menakel pohon tempat madu bersarang dengan tanda tertentu dan diberi sarat dengan jampi agar madu tersebut tidak diganggu atau diambil oleh orang lain.

Bila sarang lebah yang ditemukan bagian bawah sarangnya telah membesar atau pada bagian perulun (kantung-kantung air madu) telah penuh dan bagian sarang yang tipis berisi anak-anak lebah (air madu dan anak madu berada dalam kantung terbuat dari lilin), maka sarang lebah tersebut sudah siap untuk dipusung. Sebelum melakukan pemusungan perlu disiapkan peralatan memusung yang disebut nyenyamu, terbuat dari kumpulan ranting kayu kering sepanjang sekitar satu meter, dengan ukuran selebar paha orang dewasa. Ranting kering lalu dibungkus atau dibalut dengan dedaunan hijau dari tunas-tunas kayu sepanjang satu meter, setelah dibalut rata dengan dedaunan tadi, lalu dililit dengan tali Ketakung atau Ketuyut, atau jenis akar kayu lainnya. Bila nyenyamu sudah siap, maka dibakar pada bagian nyenyamu yang lebih kecil, bila api telah merata memakan ranting kering dalam lilitan yang dibungkus tunas-tunas kayu basah tadi, maka akan keluar asap pekat dari bagian nyenyamu yang lebih besar. Bila madu yang dipusung itu Madu Sunggau, pemusung tidak perlu naik ke atas pohon akan tetapi cukup memulai pengasapan dari bagian pangkal sunggau dengan asap yang keluar dari bagian nyenyamu yang lebih besar. Dalam melakukan pengasapan orang yang memegang nyenyamu harus bersikap tenang dan pegangan nyenyamu harus mantap agar lebah menjadi bantut karena mabuk asap. Bila dalam melakukan pengasapan ada lebah yang terbang dan hinggap di lengan, muka, serta kuping, maka pemegang nyenyamu harus bersikap tenang sebab lebah yang mabuk karena asap tidak akan menyengat bila posisinya tidak terjepit.

Untuk memusung jenis madu dahan prosesnya sama dengan memusung madu sunggau, cuma pemusung harus memanjat pohon untuk mendekati sarang lebah. Pada zaman dahulu madu dahan ini banyak sekali jumlahnya, berkisar sampai 20 helai dalam satu pohon. Madu yang telah diperoleh setelah diperas dan dipisahkan dari lilin dan sarang serta anak lebahnya lalu disimpan di dalam suatu wadah yang disebut uyeng agar tidak berubah rasa maupun warnanya walaupun disimpan dalam waktu yang relatif lama. Uyeng terbuat dari kulit kayu pohon Bunut, berbentuk persegi empat mirip dibuat seperti gentong. Kulit-kulit kayu Bunut tersebut direkatkan dengan menggunakan lilin madu pada bagian-bagian sambungan yang berlubang sehingga tidak bocor. Uyeng yang berisi madu disimpai (diikat) dengan rautan rotan di sekelilingnya agar tidak begeser, sehingga walau disimpan dalam satu tahun tidak akan berubah rasa maupun warnanya.

Madu yang diperoleh dari lebah sangat banyak khasiatnya dan sangat cocok untuk kesehatan bila madu tersebut diperoleh dengan cara yang benar. Dalam Kepercayaan masyarakat Bangka, bila madu yang diperoleh dengan cara yang tidak benar misalnya mengambil madu yang sudah diberi tanda (ditakel) dan dipasang sarat atau jampi, maka diyakini bahwa madu tersebut akan membawa penyakit dan bala seperti sakit perut, perut besar, buruk perut (perut yang membusuk), batuk-batuk bahkan sampai menyebabkan muntah darah. Kepercayaan masyarakat juga mengatur, bahwa setiap orang yang akan membeli madu harus bersikap hati-hati, biasanya untuk memberi jaminan, bahwa madu tersebut asli tidak dicampur dengan air, gula ataupun pemahit seperti gambir, kemudian madu yang dijual diperoleh dengan cara yang benar, maka yang menjual harus mencicipi terlebih dulu sedikit madu sebagai bukti atau jaminannya.

Sebagai sebuah kepercayaan, nilai budaya yang berisi aturan budaya (cultural law) di atas sangat diyakini dan dijunjung tinggi serta dipatuhi oleh masyarakat sebagai sarana ketertiban dan wujud perilaku masyarakat yang taat kepada aturan (law in order) tidak seperti sekarang yang masyarakatnya (law less). Sebagai sebuah sistem religi, aturan budaya tersebut merupakan keyakinan manusia tentang hal-hal supranatural, wujud adanya alam gaib, adanya Tuhan, adanya nilai (value), norma-norma dan etika.. Jadi walaupun tidak ada yang melihat dan aturannya tidak tercatat, karena berupa aturan budaya (cultural Law) dan kebiasaan budaya (cultural habits), ketaatan terhadap aturan dan kebiasaan budaya yang dibuat sangat dijunjung tinggi dan dihormati. Kemudian Sarat atau jampi, ucapan-ucapan tertentu merupakan usaha manusia untuk mencari hubungan (relation) dengan Tuhan, dewa-dewa, supranatural atau makhluk-makhluk yang mendiami alam gaib, fungsinya adalah selain untuk memperkuat keyakinan, juga memperkuat sistem dan nilai sosial serta aturan yang ada dalam masyarakat.

(C)opyright Aulia Madu Alam Lestari

SEGERA HADIR ...