Pages

Liputan Media

http://www.radarbangka.co.id/rubrik/detail/features/3806/sumaidi-penjual-madu-mitra-binaan-pt-timah-tbk-kini-madunya-sudah-merambah-brunei.html
Sumaidi, Penjual Madu Mitra Binaan PT Timah Tbk. Kini Madunya Sudah Merambah Brunei
Oleh Rangga / Radar Bangka / PangkalpinangRabu, 18 April 2012 10:44 WIB | Dibaca 102 kali
Sumaidi, Penjual Madu Mitra Binaan PT Timah Tbk. Kini Madunya Sudah Merambah Brunei
KERINGAT yang mengalir didahinya akibat cuaca panas, sesekali ia seka. Meskipun demikian, senyum ramah selalu ia berikan kepada para calon konsumen yang seringkali bertanya khasiat dari madu yang dijualnya. Dengan semangatnya itu, membuat Radar Bangka (RB) tergerak untuk menemui lelaki ramah tersebut untuk mengetahui perjalanan bisnis yang ia lakoni. Setelah memperkenalkan diri sebelumnya, teka-teki siapa sosok lelaki tersebut mulai terkuak. Sumaidi namanya, saat dilempar pertanyaan bagaimana lika-liku usahanya itu, dengan cekatan ia menjawabnya.
  
"Kita mulai usaha jual madu dari tahun 2007. Awalnya coba-coba sesuai dengan kemampuan dan untuk penjualannya pun kita masih kirim ke apotek-apotek," ujarnya membuka percakapan, kemarin (17/4). Ia meneruskan, usaha yang ia beri nama Aulia Madu tersebut, masih terkesan asal-asalan dalam berbisnis. "Kadang sehari itu kita hanya mengemas dua atau tiga madu per harinya," ucapnya.
   
Meskipun begitu, usaha madu yang memiliki jargon Madu Hutan Bangka ini cukup diminati oleh masyarakat. Akhirnya, karena respon positif itulah ia mulai serius menekuni bisnis madu alam tersebut. Keseriusan itu dimulainya dengan mengurus izin ke Departemen Kesehatan (Depkes), BPOM dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk label halal. "Termasuk kemasan kita juga perbaiki," terangnya.
   
Namun, sama dengan pelaku usaha kebanyakan, modal adalah kesulitan utama yang menghadang. Untunglah, saat kesulitan tersebut, ia mendapat bahwa PT Timah memiliki program untuk membantu usaha kecil sepertinya. Tanpa ragu ia pun mengajukan bantuan. Tak disangka, tanpa proses yang berbelit-belit nan panjang, permohonannya dikabulkan PT Timah. "Dari awal kita merintis usaha ini, kita sudah mengajukan bantuan selama tiga kali. Pertama itu sekitar tahun 2008. Dari situ kami sangat terbantu sekali, bantuan Rp 5 juta saat itu sangat berarti bagi kami untuk membeli bahan baku madu ini," bebernya lagi.
   
Setelah itu, Sumaidi yang pada saat ditemui mengenakan kemeja motif garis-garis mengaku, mendapatkan kesempatan lagi untuk mengembangkan usahanya dengan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 10 juta pada 2011 dan Rp 25 juta pada 2012.  "Kini dengan bantuan dana CSR itu sangat membantu saya untuk memperluas jaringan dan lain-lainnya. Penjualan usaha madu saya kini bisa merambah tanah Brunei Darussalam," ujarnya bangga.
   
Tapi bukan Sumaidi namanya, jika hanya puas dengan apa yang saat ini telah ia raih. Pria 42 tahun tersebut pun menuturkan, masih ingin mengajukan bantuan lagi guna  membuka usaha lainnya. Sebab disebutkan pria asal Desa Airbara, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) ini ingin mengantisipasi jika usaha madunya sudah semakin berkurang seiring perubahan waktu.
   
"Kalau harapan untuk mendapatkan bantuan tentu ada. Itu untuk mengembangkan usaha kryspi yang saya coba rintis dari nol juga, tentu pada akhirnya usaha madu ini akan habis seiring terus berkurangnya hutan di Babel ini," tutupnya. (**)


http://bangka.tribunnews.com/2012/04/18/madu-pelawan-aulia-langganan-atlet

Madu Pelawan Aulia Langganan Atlet
Bangkapos.com - Rabu, 18 April 2012 20:55
Laporan wartawan Bangka Pos, Khamelia

BANGKAPOS.COM/KHAMELIA
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Madu pelawan asal Bangka dikenal memiliki khasiat yang bagus untuk menjaga stamina dan menyembuhkan sejumlah penyakit. Maka tak heran jika jenis madu ini menjadi incaran, namun sayangnya untuk mendapatkan madu pelawan asli sangat sulit saat ini. Sumaidi, pemilik UMKM Aulia Madu mengakui untuk mendapatkan madu pelawan sangat sulit, kalaupun ada jumlahnya sedikit. Padahal permintaannya sangat tinggi. Inilah salah satu kendala yang dihadapi Sumaidi dalam menjalankan bisnisnya. "Berdasarkan penelitian dari ITB, madu pelawan asal Bangka memiliki kualitas paling bagus di Indonesia, dan jenis madu ini kini menjadi ikon Babel," kata Sumaidi kepada bangkapos.com, Rabu (17/04/2012). Bisnis jual madu sudah dijalani Sumaidi sejak tahun 2007. Usaha ini dimulai benar-benar dari nol karena waktu itu Sumaidi tidak memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan usahanya. Namun, kendala tersebut bisa teratasi setelah mendapatkan bantuan modal dari program PUKK PT Timah. Berkat keberhasilannya menjalankan bisnis jual madu, PT Timah pun tidak ragu untuk terus memberikan bantuan kredit modal hingga 3 periode. "Bantuan modal PT Timah memberikan manfaat luar biasa untuk kemajuan usaha saya," tuturnya. Sebagai seorang wirausaha yang ulet, Sumaidi berpikir keras untuk membuat program pemasaran yang efektif. Ia pun membuat website sendiri www.madubangka.co.cc untuk memperkenalkan produknya ke dunia maya. Website ini banyak diakses hingga ke luar negeri. Selain itu ia juga membina link-link nya di berbagai daerah. "Kami memiliki pelanggan tetap di luar negeri terutama Brunai Darussalam. Pengiriman madu pelawan cukup rutin dilakukan, namun ya itu, madu ini ada musim-musimnya," kata Sumaidi. Selain itu, madu pelawan tersebut kata dia juga dikonsumsi secara rutin oleh para atlet pelatnas. Untuk urusan satu ini Sumaidi mengaku harus menyiapkan stok yang cukup. "Atlet pelatnas rutin minum madu pelawan asli Bangka, kata mereka sih madu itu sebagai pengganti suplemen doping yang sangat oke, hehe," kata Sumaidi. Madu pelawan Aulia dijual Rp 75.000 per 150 gram, Rp 150 ribu per 300 gram dan Rp 175 ribu per 400 gram. Kelebihan Aulia Madu yakni memberikan garansi uang kembali 100 persen jika tidak terbukti khasiatnya. Itu adalah bagian dari strategi penjualan yang dilakukan oleh Sumaidi. "Kalau kita yakin bahwa madu bisa menyembuhkan penyakit, InsyaAllah madu ini bisa jadi obat," ujarnya. Untuk memperkenalkan madu asli Bangka, Sumaidi kerap diajak oleh PT Timah mengikuti berbagai pameran di luar seperti Jakarta dan Batam. Ia mengaku senang atas apresiasi yang diberikan oleh pihak PT Timah. "Selain memberikan modal, PT Timah juga sangat peduli terhadap kemajuan bisnis mitra binaannya," tuturnya. Respon luar biasa diterima oleh Sumaidi selama mengikuti pameran di luar. Bahkan pernah kata dia, pameran belum resmi dibuka madunya sudah ludes diburu pengunjung. "Itu pengalaman luar biasa bagi saya, semoga saja ke depannya bisnis ini bisa semakin lancar," ujarnya Penulis : khamelia Editor : emil

(C)opyright Aulia Madu Alam Lestari

SEGERA HADIR ...